Toilet Duduk versus Toilet Jongkok

Toilet Duduk versus Toilet Jongkok. Di Era Modern seperti saat ini, banyak rumah dan fasilitas umum yang menggunakan toilet duduk dibandingkan toilet jongkok. Terutama di negara negara maju. Karena mereka menganggap toilet duduk lebih nyaman dan higienis. sehingga menjadi suatu kebiasaan berlama lama ketika BAB sambil sekedar membaca koran atau memainkan gedget bukan hal yang aneh lagi.

Walaupun penggunaan toilet duduk sudah ada sejak lama, namun mulai diperdebatkan sejak tahun 1960, dimana dibeberapa buku medis menyebutkan bahwa penggunaan toilet jongkok lebih sehat dibandingkan dengan toilet duduk. Selain sehat, lebih alami dan juga nyaman.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences, Dov Sikirov menilai bahwa berjongkok atau duduk saat di toilet bisa memengaruhi kelancaran Anda saat buang air besar (BAB), seperti dilansir dari laman Medicaldaily, Rabu (31/12). Selain itu pula dibutuhkan waktu yang lebih lama menggunakan toilet duduk dibandingkan toilet jongkok.

Dalam studi terpisah, para penemu dari Squatty Potty juga menunjukkan sejumlah manfaat sehat dari toilet jongkok, yaitu mengurangi sembelit, kembung, dan gas; menurunkan insiden dan gejala wasir; meningkatkan kesehatan usus besar secara keseluruhan; otot panggul dan kontrol kandung kemih menjadi lebih baik; serta mengurangi ketegangan dan proses BAB menjadi lebih cepat, seperti dilansir dari Dailyhealthpost.

Studi lain yang dilakukan di Israel pada tahun 2003 menemukan hasil yang sama, dan juga mengomentari relatif kurangnya masalah yang berhubungan dengan wasir, sembelit, dan divertikulitis (penyakit pencernaan) di lokasi-lokasi yang lebih sering menggunakan toilet jongkok.

Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata perbedaan insiden wasir tersebut terjadi bukan tanpa alasan, yaitu terkait dengan penggunaan toilet duduk. Pada toilet ini, pengguna akan dipaksa mengejan untuk mendorong gerakan usus. Kebiasaan mengejan dapat meningkatkan tekanan dalam perut dan merupakan salah satu faktor yang mendasari terbentuknya wasir.

 

Hal ini secara tidak langsung telah menjelaskan mengapa insiden wasir sedikit ditemukan pada populasi Asia, Afrika, dan Timur Tengah, di mana kebanyakan dari para penduduknya masih menggunakan toilet jongkok untuk memenuhi panggilan alam mereka.

 

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa wasir adalah sebuah hasil dari proses iritasi yang berkesinambungan akibat kebiasaan mengejan berlebihan dalam posisi duduk. Atau dengan kata lain, kebiasaan duduk yang terlalu lama dalam toilet merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan wasir yang tidak boleh dianggap remeh.

 

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut anda?  Pilihan terbaik bagi keluarga anda ada di tangan anda. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Kembali ke Atas