08121-433-433
cs.arsitekhijau@gmail.com

Desain Yang Cocok Untuk Kamar Bayi

Jumat, Oktober 23rd 2015. | Artikel

Desain Yang Cocok Untuk Kamar Bayi. Bayi yang tidur di kamar terpisah akan memiliki lebih memiliki sifat mandiri karena bayi biasa tidur tanpa ada yang menemani. Apabila bayi memiliki kamar sendiri, kebersihan barang-barang keperluan bayi akan lebih terjamin karena tidak bercampur dengan barang-barang lainnya. Fungsi lainnya adalah kamar bayi dapat menjadi area bermain, mengganti popok, makan dan menyimpan berbagai keperluan bayi.

Desain Khusus Kamar Bayi

Karena kemampuan fisik bayi yang masih rentan, maka perlu desain khusus ketika akan membuat kamar bayi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan membuat kamar bayi dalam rumah.

Tempatkan di Lokasi yang Strategis

Karena bayi tidak dapat mengurus keperluannya sendiri, maka kamar baik sebaiknya ditempatkan di daerah yang strategis sehingga orang tua dan penghuni rumah yang lain dapat mendengar jika bayi menangis dan dapat mengontrol aktivitas yang dilakukan bayi atau balita Anda.

Pemilihan lokasi kamar bayi hendaknya jangan dekat dengan ruangan yang akan menimbulkan suara bising, misalnya dapur. Suara bising dapat mengganggu tidur bayi dan membuat bayi tidak tenang yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Pencahayaan dan Sirkulasi Udara

Dokter anak atau suster akan menganjurkan agar bayi dijemur pada pagi hari. Sinar matahari pagi memang baik untuk pertumbuhan tulang bayi. Maka, buatlah agar kamar bayi memiliki cukup pencahayaan sinar matahari juga memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini akan menambah kenyamanan kamar dan mencegah perkembangbiakan bakteri, sehingga bayi dapat bertumbuh dengan sehat.

Perabot dalam Kamar Bayi

Perabot yang ditempatkan di kamar bayi harus disesuaikan dengan keperluan bayi. Perabot umum yang ada di kamar bayi misalnya boks sebagai tempat tidur bayi, lemari untuk menyimpan baju-baju bayi, kursi untuk mendukung kegiatan Anda saat di kamar bayi. Jangan lupa untuk menambahkan kelambu pada boks untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk dan serangga. Kelambu menjadi pelindung agar tidur bayi tidak terganggu. Karena bayi harus dihindarkan dari penggunaan obat serangga atau lotion pengusir nyamuk, maka kelambu menjadi jawaban untuk melindungi bayi.

Sebagai perabot tambahan dapat ditempatkan crazenda untuk mengganti popok atau berganti pakaian saat mandi, sofa untuk menyusui, CD player atau MP3 player untuk mendengarkan musik klasik. Mainan atau lukisan dapat diletakkan di kamar bayi untuk melatih perkembangan motorik anak selain sebagai dekorasi untuk kamar.

Warna Kamar

Warna cat atau wallpaper yang cocok untuk kamar bayi adalah warna-warna pastel yang merupakan hasil campuran dari warna primer dengan warna putih. Warna pastel menimbulkan kesan lembut dan tenang serta dapat merangsang saraf motorik anak. Warna yang terlalu gelap atau terlalu cerah seperti merah, ungu, biru tua, jingga sebaiknya dihindarkan karena dapat membuat bayi ketakutan.

Kamar bayi selain sebagai tempat tinggal bayi, harus mampu memberikan ketenangan untuk beristirahat, bermain serta melatih dan merangsang perkembangan saraf motorik dan otaknya. Maka perlu desain yang sedikit berbeda khusus kamar bayi dengan desain ruangan lainnya di dalam rumah.

Warna biru selalu dianggap sebagai lambang maskulinitas sehingga sering dipilih menjadi warna kamar bayi laki-laki. Selain terkesan maskulin, warna biru ternyata juga membawa efek menenangkan bagi buah hati Anda.

Warna hijau juga merupakan warna yang cocok untuk kamar tidur bayi laki-laki. Warna ini paling baik untuk perkembangan kognisi buah hati Anda. Warna ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi si kecil, terutama untuk meningkatkan kemampuan membaca. Itu sebabnya, warna hijau sering digunakan di ruang belajar.

Warna hijau juga kerap diasosiasikan dengan warna alam sehingga dipercaya baik untuk kesehatan bayi Anda. Kesan menenangkan pun pasti Anda dapatkan jika memilih mengecat kamar bayi dengan warna hijau.

 

Artikel lain Desain Yang Cocok Untuk Kamar Bayi